Rabu, 08 Oktober 2014

Puskesmas

A.    Pengertian Puskesmas
      Pusat Kesehatan Masyarakat, disingkat Puskesmas, adalah organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitikberatkan kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajad kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan.

B.      Tugas Puskesmas
      Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) kesehatan kabupaten / kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunankesehatan disuatu wilayah. Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu , dan berkesinambungan, yang meliputi pelayanan kesehatan perorang (private goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods). Puskesmasw melakukan kegiatan-kegiatan termasuk upaya kesehatan masyarakat sebagai bentuk usaha pembangunan kesehatan.
      Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara mrnyeluruh kepada masyarakat dalam satu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.Jenis pelayan kesehatan disesuaikandengan kemampuan puskesmas, namun terdapat upaya kesehatan wajib yang harus dilaksanakan oleh puskesmas ditambah dengan upaya kesehatan pengembangan yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada serta kemampuan puskesmas.
Upaya-upaya kesehatan wajib tersebut adalah ( Basic Six):
a.      Upaya promosi kesehatan
b.      Upaya kesehatan lingkungan
c.      Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
d.     Upaya perbaikan gizi masyarakat
e.      Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
f.       Upaya pengobatan Tugas Puskesmas


C.    Fungsi Puskesmas
1.       Puskesmas merupakan pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
2.       Puskesmas merupakan pusat pemberdayaan masyarakat
3.       Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan strata pertama, yang terdiri atas pelayanan kesehatan individu dan pelayanan kesehatan masyarakat.

D.    Sejarah Perkembangan Puskesmas
Sejarah dan perkembangan puskesmas di Indonesia mulai dari didirikannya berbagai institusi kesehatan seperti balai pengobatan, balai kesejahteraan ibu dan anak, serta diselenggarakannya berbagai upaya-upaya kesehatan seperti usaha hygiene dan sanitasi lingkungan yang masing-masinh berjalan sendiri-sendiri. Pada pertemuan Bandung Plan (1951) dr. J. Leimena mencetuskan pemikiran mengintegrasikan berbagai institusi dan upaya tersebut dibawah satu pimpinan agar lebih efektif dan efisien.
Konsep ini kemudian diadopsi oleh WHO. Konsep pelayanan yang terintegrasi lebih berkembang dengan pembentukan team work dan team approach dalam pelayanan kesehatan (1956). Gagasan ini dirumuskan sebagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat primer dengan membentuk unit-unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan Kabupaten di setiap kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970.Penggunaan istilah puskesmas pertama kali dimuat pada Master Plan of Operation for Strenghtening National Health Service in Indonesia Tahun 1969. Dalam dokumen tersebut disebutkan puskesmas terdiri atas 3 tipe puskemas (tipe A, tipe B, tipe Kemudian dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional ke III tahun 1970 menetapkan hanya ada satu tipe puskesmas dengan 6 kegiatan pokok. Perkembangan selanjutnya lebih mengarah pada penambahan kegiatan pokok seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemampuan pemerintah serta keinginan program ditingkat pusat, sehingga kegiatan berkembang menjadi 18 kegiatan pokok, bahkan DKI Jakarta mengembangkan menjadi 21 kegiatan pokok.

D.    Wilayah Kerja Puskesmas
                        Secara nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah satu kecamatan, tetapi apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas, maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa/kelurahan atau RW).Masing-masing puskesmas tersebut secara operasional bertanggung jawab langsung kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

E.     Struktur Organisasi dan Tata Kerja
            Struktur organisasi puskesmas tergantung dari kegiatan dan beban masing –masing puskesmas. Penyusunan struktur organisasi puskesmas di satu kabupaten/kota dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota, sedangkan penetapannya dilakukan dengan peraturan daerah.
Sebagai acuan dapat dipergunakan pola struktur organisasi puskesmas sebagai berikut:
1)      Kepala puskesmas
2)      Wakil Kepala (disesuaikan beban kerja dan  kebutuhan puskesmas dan yang menetapkan ada atau tidak adalah Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota).
3)      Unit tata usaha
-          Unit tata usaha yang bertanggung jawab membantu kepala puskesmas dalam pengelolaan:
a)      Data dan informasi
b)      Perencanaan dan penilaian
c)      Keuangan
d)     Umum dan kepegawaian
-          Unit pelaksana teknis fungsional puskesmas:
a)       Upaya kesehatan masyarakat termasuk pembinaan terhadap UKBM
b)       Upaya kesehatan perorangan
-          Jaringan pelayanan puskesmas :
a)       Unit puskesmas pembantu
b)       Unit puskesmas keliling
c)       Unit bidan di Desa/Komunitas

F.     Sistem Pencatatan dan Pelayanan Terpadu Puskesmas
1.      Pengertian
Adalah tata cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk pengelolaan puskesmas, meliputi keadaan fisik, tenaga sarana dan kegiatan pokok yang dilakukan serta hasil yang dicapai oleh puskesmas.
2.      Tujuan
a) Tersedianya data yang meliputi keadaan fisik, tenaga, sarana dan kegiatan pokok puskesmas secara akurat tepat waktu dan mutakhir
b) Terlaksananya pelaporan data-data secara teratur di berbagai jenjang administrasi sesuai dengan peraturan  yang berlaku
c) Dipergunakan data tersebut untuk pengambilan keputusan dalam rangka pengelolaan program kesehatan masyarakat melalui puskesmas diperbagai tingkat administrasi
3.      Ruang Lingkup
a)      SP2TP dilakukan oleh semua puskesmas termasuk puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling.
b)      Pencatatan dan pelaporan mencakup :
1)       Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas
2)       Data ketenagaan di puskesmas
3)       Data Sarana yang dimiliki puskesmas
4)       Data kegiatan pokok puskesmas (18 upaya pokok) baik didalam gedung maupun diluar gedung.
4.      Pelaporan dilakukan secara periodik (bulanan,tribulanan,semester dan tahunan)



DISTRIBUSI PUSKESMAS MENURUT JENIS PUSKESMAS
PROVINSI JAWA BARAT 2013

No
Provinsi
Perawat
Non Perawat
Total Puskesmas
1
Bogor
18
83
101
2
Sukabumi
6
52
58
3
Cianjur
8
37
45
4
Bandung
10
52
62
5
Garut
15
50
65
6
Tasikmalaya
15
25
40
7
Ciamis
17
35
52
8
Kuningan
6
31
37
9
Cirebon
8
49
57
10
Majalengka
9
23
32
11
Sumedang
6
26
32
12
Indramayu
9
40
49
13
Subang
8
32
40
14
Purwakarta
1
19
20
15
Karawang
13
37
50
16
Bekasi
9
30
39
17
Bandung Barat
5
26
31
18
Kota Bogor
8
16
24
19
Kota Sukabumi
3
12
15
20
Kota Bandung
5
68
73
21
Kota Cirebon
2
20
22
22
Kota Bekasi
4
27
31
23
Kota Depok
2
30
32
24
Kota Cimahi
0
13
13
25
Kota Tasikmalaya
4
16
20
26
Kota Banjar
2
8
10

Total
193
857
1,050



Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Pusat_Kesehatan_Masyarakat
http://www.bankdata.depkes.go.id/puskesmas/
http://ners.unair.ac.id/materikuliah/PUSKESMAS.pdf
http://wikimedya.blogspot.com/2011/03/defini-fungsi-tujuan-dan-tugas.html
http://diskes.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/719



Tidak ada komentar:

Posting Komentar