E-Kim88
Membaca, Memberi, Mencari, dan Bersosialisasi, because WE ARE ONE
Senin, 05 Januari 2015
Kamis, 11 Desember 2014
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT PENYELENGGARAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT
PERATURAN MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 82 TAHUN 2013
TENTANG
NOMOR 82 TAHUN 2013
TENTANG
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH
SAKIT
PENYELENGGARAAN SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN RUMAH SAKIT
A.
Latar
Belakang
Sebagai
salah satu bentuk fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya
kesehatan, Rumah Sakit sering mengalami kesulitan dalam pengelolaan informasi
baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal. sehingga perlu diupayakan
peningkatan pengelolaan informasi yang efisien, cepat, mudah, akurat, murah,
aman, terpadu dan akuntabel. Salah satu bentuk penerapannya melalui sistem
pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui penggunaan sistem
Sistem Informasi berbasis komputer.
Pesatnya
kemajuan teknologi di bidang informasi telah melahirkan perubahan tatanan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam kaitan ini, peran dan fungsi
pelayanan data dan informasi yang dilaksanakan oleh Rumah Sakit sebagai salah
satu unit kerja pengelola data dan Informasi dituntut untuk mampu melakukan
berbagai penyesuaian dan perubahan.
Berdasarkan
hal tersebut di atas, Direktorat Jenderal yang menyelenggarakan urusan di
bidang Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan memandang perlunya membangun
kerangka acuan kerja (framework) dan perangkat lunak (software)
aplikasi sistem informasi Rumah Sakit yang bersifat sumber terbuka umum (open
source generic) untuk Rumah Sakit di Indonesia. Dengan adanya software aplikasi
open source generik ini diharapkan Rumah Sakit di Indonesia dapat
menggunakan, mengembangkan, mengimplementasi dan memelihara sendiri. Sehingga
akan terdapat keseragaman data yang dikirim kepada Kementerian Kesehatan.
B.
Strategi
Tata
kelola sistem informasi yang baik harus selaras dengan fungsi, visi, misi dan
strategi organisasi. Secara generik fungsi Rumah Sakit (menurut WHO tahun
1957), memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat baik kuratif
maupun rehabilitatif, dimana output layanannya menjangkau pelayanan
keluarga dan lingkungan, Rumah Sakit juga merupakan pusat pelatihan tenaga
kesehatan serta untuk penelitian biososial. Rumah sakit juga merupakan pusat
pelayanan rujukan medik spsialistik dan sub spesialistik dengan fungsi utama
menyediakan dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan
(kuratif) dan pemulihan (rehabilitasi pasien).
Dengan
demikian secara umum sistem informasi Rumah Sakit harus selaras dengan bisnis
utama (core bussines) dari Rumah Sakit itu sendiri, terutama untuk
informasi riwayat kesehatan pasien atau rekam medis (tentang indentitas pasien,
pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang diberikan kepada
pasien), informasi kegiatan operasional (termasuk informasi sumber daya
manusia, material, alat kesehatan, penelitian serta bank data.
Keberhasilan
implementasi sistem informasi bukan hanya ditentukan oleh teknologi informasi
tetapi juga oleh faktor lain, seperti proses bisnis, perubahan manajemen, tata
kelola IT dan lain-lainnya. Karena itu bukan hanya teknologi tetapi juga
kerangka kerja secara komprehensif sistem informasi Rumah Sakit.
C.
Proses
Bisnis
1. Pelayanan
Utama (Front Office)
a. Antrian registrasi
b. Modul appointment
c. Registrasi
d. Pelayanan informasi
e. Pengaduan
f. Panel informasi publik
Data
yang dimasukan pada proses rawat akan digunakan pada proses rawat dan pulang.
Selama proses perawatan, pasien akan menggunakan sumber daya, mendapat layanan
dan tindakan dari unit-unit seperti farmasi, laboratorium, radiologi, gizi,
bedah, invasive, diagnostic non invasive dan lainnya. Unit
tersebut mendapat order/pesanan dari dokter (misalnya berupa resep untuk farmasi,
formulir lab dan sejenisnya) dan perawat.
Jadi
dokter dan perawat sebagai aktor/SDM inti pada proses bisnis Rumah Sakit
(seluruh order berasal dari mereka). Karena itu kami menyebutkan inti
sistem ini sebagai order communation system.
2. Pelayanan
Administratif (Back-Office)
a. Antrian
layanan
b. Pelayanan
ugd
c. Pelayanan
poliklinik / rawat jalan
d. Pelayanan
/ tindakan rawat inap
e. Manajemen
operasi / ibs
f. Kamar
bersalin (vk)
g. Laboratorium
h. Radiologi
i.
Perinatalogi
j.
Hemodialisa
k. Rehab
medik dan keterapian fisik (ortesis & prostesa)
l.
Rawat intensi dan reanimasi (icu, iccu,
nicu, burn unit)
m. Pelayanan
perawatan lainnya
Proses
bisnis data tidak terstruktur
Proses-proses
bisnis tersebut di atas yang melibatkan data-data terstruktur, yang dapat
dikelola dengan relational database management system, selain itu
terdapat proses bisnis yang melibatkan data yang tidak terstruktur seperti alur
kerja, surat diposisi, email, manajemen proyek, kolaborasi, team work,
manajemen dokumen dan sejenisnya.
Kebutuhan
infrastruktur jaringan komputer kedepan bukan hanya untuk kebutuhan Sistem
informasi RS saja, tetapi juga harus mampu digunakan untuk berbagai hal,
seperti jalur telepon IP, CCTV, Intelegent Building, Medical
Equipment dan lain-lain.
Untuk
mendukung pelayanan tersebut, maka infrastruktur jaringan komunikasi data yang
disyaratkan adalah:
1. Meningkatkan
unjuk kerja dan memudahkan untuk melakukan manajemen lalu lintas data pada
jaringan komputer, seperti utilisasi, segmentasi jaringan, dan security.
2. Membatasi
broadcase domain pada jaringan, duplikasi ip address dan
segmentasi jaringan menggunakan vlan (virtual lan) untuk setiap gedung dan atau
lantai.
3. Memiliki
jalur backbone fiber optik dan backup yang berbeda jalur, pada
keadaan normal jalur backup digunakan untuk memperkuat kinerja jaringan/redudant,
tapi dalam keadaan darurat backup jaringan dapat mengambil alih
kegagalan jaringan.
4. Memanfaatkan
peralatan aktif yang ada, baik untuk melengkapi kekurangan sumber daya maupun
sebagai backup.
5. Dianjurkan
pemasangan oleh vendor jaringan yang tersertifikasi (baik perkabelan maupun
perangkat aktif).
6. Dokumentasi
sistem jaringan lengkap (perkabelan, konfigurasi, uji coba, dan sejenisnya)
baik hardcopy maupun softcopy.
7. Mengingat
penggunaan jaringan yang komplek kedepan, maka perangkat aktif mengharuskan
pengelolaan bertingkat, seperti adanya:
a. Core
switch yang merupakan device vital dalam local
area network di rumah sakit dimana core switch ini sebagai bacbone
lan dan sentral switch yang berperan dalam prosessing semua paket
dengan memproses atau men-switch traffic secepat mungkin).
b. Distribution
switch yang merupakan suatu device antara untuk
keperluan pendistribusian akses antar core switch dengan access
switch pada masing-masing gedung, dimana antara sebaiknya distribution
switch dan core switch terhubung melalui fiber optic.
c. Acces
switch yang merupakan suatu device yang menyediakan user
port untuk akses ke network.
D.
ARSITEKTUR
DATA
Untuk
menghindari pulau-pulau aplikasi dan memudahkan Kementerian Kesehatan mengolah
data yang homogen, maka perlu dibuat arsitektur data yang baik, untuk
mengakomodir kebutuhan informasi para pengguna. Beberapa aspek harus
diperhatikan dalam membangun arsitektur data:
1. Kodefikasi
Kodefikasi
selain keharusan untuk otomatisasi/komputerisasi, juga diperlukan untuk
integrasi dan penglolaan lebih lanjut seperti statistik.
- Mapping
Karena
sering berbeda keperluan kodefikasi data, maka diperlukan mapping data untuk
integrasi dan pengelolaan lebih lanjut, misalnya mapping kodefikasi antara
tarif dengan kode perkiraan/chart of account, mapping kode
kabupaten/kota dengan provinsi dan sejenisnya.
3. Standar
pertukaran data antar aplikasi
Beberapa
software aplikasi yang terpisah, membutuhkan standard pertukaran data
agar dapat berkomunikasi satu aplikasi dengan lainnya. Seperti Heath Level 7
(HL7), DICOM, XML dan sejenisnya.
4. Database
Desain
struktur database, sebaiknya mengacu pada best practice database Rumah
Sakit dan mengambil dari sumber terbuka serta mempertimbangkan kebutuhan
informasi stakeholder terkait.
E.
ARSITEKTUR
APLIKASI
Mengingat
kompleksnya proses bisnis pada Rumah Sakit, berikut ini gambaran arsitektur
minimal dan variabel SIMRS yang dapat mengakomodir kebutuhan informasi.
Arsitektur Database
Gambar
di bawah ini menjelaskan arsitektur database DASI-JR. Secara umum
database-database tersebut adalah identikal dalam hal schema dan struktur
tabel, namun demikian tentunya berisi data-data yang berbeda. Data-data yang
diperlukan dari database di kantor perwakilan direplikasi ke database cabang,
dan data dari cabang di replikasi ke kantor pusat.
Data-data
yang direplikasi adalah data-data laporan IW, SW dan Pelayanan serta keuangan.
Proses replikasi dilakukan dengan cara batch processing dan dilakukan setiap
hari menggunakan jaringan komunikasi data, baik melalui intenet, leased line
maupun dial-up.
Kebutuhan Hardware
Di bawah
ini adalah spesifikasi minimum dari hardware yang diperlukan untuk sistim
DASI-JR:
Database Server
Database Server
- Pentium 4 Procesor
- 1 GB RAM
- 72 GB SCSI Hardisk (untuk pusat minimum 100 GB)
- OS : UNIX/LINUX
Client
komputer
- Mnimum Pentium Processor
- 64 MB RAM
- 10 GB Hardisk
- OS : Windows 98/XP
Application
Server
- Database Server
- Pentium 4 Procesor
- 512 MB RAM
- 18 GB SCSI Hardisk
- OS : UNIX/LINUX
Senin, 10 November 2014
Pengertian Website dan Jenis-Jenis Website
Pengertian Website dan Jenis-Jenis Website
A. Pengertian Website
Website adalah keseluruhan halaman-halaman web yang
terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi. Sebuah website biasanya
dibangun atas banyak halaman web yang saling berhubungan. Hubungan antara satu
halaman web dengan halaman web yang lainnya disebut dengan hyperlink, sedangkan teks yang dijadikan media penghubung disebut hypertext.
Domain adalah nama unik yang dimiliki oleh sebuah
institusi sehingga bisa diakses melalui internet,
misalnya yahoo.com, google.com, dan lain-lain. Untuk mendapat sebuah
domain kita harus melakukan register pada registar-registar yang ditentukan.
Istilah lain yang sering ditemui sehubungan dengan
website adalah homepage. Homepage
adalah halaman awal sebuah domain. Misalnya, Anda membuka
websitehttp://ifey.info, halaman pertama yang muncul disebut dengan homepage,
jika Anda meng-klik menu-menu yang ada dan meloncat ke lokasi yang lainnya,
disebut web page, sedangkan keseluruhan
isi atau conten domain disebut website.
B. Jenis-Jenis Website
Seiringan dengan perkembangan teknologi informasi
yang begitu cepat, website juga mengalami perkembangan yang sangat berarti.
Dalam pengelompokkan jenis web, lebih diarahkan berdasarkan pada fungsi, sifat
dan bahasa pemrograman yang digunakan.
Ø Jenis-jenis web
berdasarkan sifatnya :
1) Website Dinamis
Website Dinamis merupakan sebuah website yang
menyedi-kan content atau isi yang selalu berubah-ubah setiap saat.
Website Dinamis biasanya memiliki front-end dan back
end. Front end adalah halaman-halaman situs yang bisa diakses pengunjung,
sedangkan back-end yang biasa disebut CMS (Content Management System) atau
biasa juga disebut Admin Area, atau kalau di dunia blog dikenal dengan nama
Dashboard, berfungsi untuk mengupdate halaman-halaman front-end. Jadi halaman
back endbiasanya hanya bisa diakses oleh pemilik atau pengelola situs dengan username
dan password yang telah ditetapkan.
Ada berbagai macam bentuk halaman back-end yang
dibuat sesuai kebutuhan. Pada back-end atau admin area ini kita bisa merubah
isi tulisan2 pada halaman situs, menambah tulisan atau artikel baru, mengupdate
katalog produk seperti pada toko online, mengupdate portfolio, memanage iklan
yang tampil di halaman situs jika ada, mengontrol user atau member situs dan
lain-lain.
Website dinamis juga bisa dibuat interaktif dimana
pengunjung atau user bisa meninggalkan komentar, menuliskan artikel baru dan
lain-lain tergantung fungsi dan tujuan situs tersebut.
Berbeda dengan website statis, pembuatan website
dinamis jauh lebih rumit dan komplikatif tergantung fitur-fitur yang
diinginkan. Yang pasti untuk membangun sebuah web dinamis tidak cukup dengan
bahasa HTML biasa tapi juga harus mengabungkan antara Web Sever (Apache, IIS,
Tomcat), bahasa pemograman/script yang bekerja di sisi server tersebut (PHP,
Perl, ASP dll) serta database.
Dan website dinamis sendiri berbagai tipe dan terus
berkembang berdasarkan, fungsi, fitur dan tujuan pembuatannya, antara lain :
a)
News Site (Situs
Berita)
Biasanya berisi
artikel-artikel atau berita-berita yang diupdate secara rutin. Pada beberapa
situs, pengunjung atau user bisa meninggalkan komentar.
Contoh : Detiknews,
Antaranews, Reuters dan BBC.
b)
Social Network
Site (Situs Jejaring Sosial)
Situs jejaring sosial
ini seperti Friendster, MySpace, Facebook, Twitter, Tagged daan masih banyak
lagi.
c)
Forum
Dibuat khusus agar para
member dapat berdiskusi sesuai dengan topik-topik yang telah ditetapkan.
Contohnya : Kaskus,
Detik forum, Rumah Motor, PHPBulider.com dll.
Untuk membuat forum
diskusi biasanya menggunakan platform-platform yang sudah tersedia, baik yang
berbayar seperti vBulletin ataupun yang gratisan seperti phpBB, SMF dan
lain-lain.
d)
e-Commerce atau
Toko Online
Dibuat khusus untuk
menjual produk secara online. Umumnya dilengkapi dengan shopping cart
(keranjang belanja) untuk memudahkan user/pengunjung berbelanja. Tapi sebagian
juga hanya berupa catalog online yang lengkap dengan detil dan harga produk,
untuk melakukan pembelian dapat dilakukan melalui email atau telepon.
e)
Search Engine
(Mesin Pencari)
Situs yang dibuat
khusus untuk mencari informasi sekaligus gateway ke halaman-halaman situs lain.
Contoh Google, Yahoo,
Bing, Altavista dan lain-lain.
f)
Archive Site
Situs khusus dimana
para pengguna dapat berbagi informasi dan disimpan dalam arsip-arsip
elektronik.
Contoh : Yahoogroups,
Google Groups, Wikipedia, Archive.org dll
g)
Blog
Biasa juga disebut
diari online dimana pemilik (individu atau group) dapat mengupdate artikel,
baik tulisan, gambar ataupun file multimedia lain secara rutin dimana semua
entri tersusun berurutan dan memiliki fasilitas komentar untuk pengunjung.
Secara standar blog juga telah dilengkapi dengan sidebar yang full custom,
fasiltas RSS dan permalink.
h)
Corporate/Company
Website
Biasanya berisi
informasi- informasi umum dan kegiatan2 suatu perusahaan.
i)
Web Portal
Bentuk sederhana dari
search engine dimana situs ini berisi informasi-informasi singkat dan link ke
sumber yang berupa situs-situs lain.
j)
Community site
(Situs Komunitas)
Situs yang dibuat
khusus untuk komunitas-komuntas tertentu untuk berbagi informasi yang terbatas.
k)
File Sharing
Situs yang dibuat
khusus untuk berbagi file, baik gambar, video, musik dan file-file digital
lainnya. Ada yang berbayar adapula yang gratisan.
Contoh : Photobucket,
Flickr, Imageshack, Rapidshare, 4shared, youtube.com dll.
l)
Business Online
Site
Situs-situs yang dibuat
dengan tujuan bisnis online. Ada banyak jenis bisnis online yang disediakan
oleh situs-situs ini dan dibutuhkan 1 bahasan terpisah untuk membahas
situs-situs yang menyelenggarakan bisnis online termasuk menawarkan
pekerjaan-pekerjaan online.
2) Website statis
Website Statis hanya memiliki front end, yaitu
halaman-halaman situs yang bisa diakses oleh pengunjung.Biasanya web jenis ini
hanya dibuat dengan kode HTML (hypertext markup language) dan kadang2
dilengkapi dengan script javascript danflash untuk memperindah tampilan.
Konten website statis tidak dapat diupdate karena
memang tidak disediakan fasilitas ini. Kalaupun ingin merubah isi website
statis, harus merombak kode-kode HTMLnya dan hanya bisa dilakukan oleh orang
yang mengerti bahasa HTML. Pembuatan website seperti ini relatif sangat mudah
tapi kurang baik untuk popularitas di mata search enginesehingga perlu usaha
lebih banyak untuk mempopulerkan website statis dan mendatangkan pengunjung,
misalnya dengan beriklan.
Website statis biasanya berupa company profile
sederhanya, brosur online, atau situs-situs yang berisi informasi sederhana
yang tidak perlu dirubah.
Ø Berdasarkan
tujuannya, website dibagi:
1)
Personal web,
website yang berisi informasi pribadi seseorang,
2)
Corporate web,
website yang dimiliki oleh sebuah perusahaan,
3)
Portal web,
website yang mempunyai banyak layanan, mulai dari layanan berita, email, dan
jasa-jasa lainnya.
4)
Forum web,
sebuah web yang bertujuan sebagai media diskusi.
5)
Di samping itu
juga ada website e-Government, e-Banking, e-Payment, e-Procurement, dan
sebagainya.
Ø Ditinjau dari
segi bahasa pemrograman yang digunakan, website terbagi atas:
1) Server Side, merupakan website yang menggunakan
bahasa pemrogram yang tergantung kepada tersedianya server. Seperti, PHP, ASP
dan lain sebagainya. Jika tidak ada server, website yang dibangun menggunakan
bahasa pemrograman di atas tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
2) Client Side, adalah website yang tidak membutuhkan
server dalam menjalankannya, cukup diakses melalui browser saja. Misalnya, htm
Langganan:
Postingan (Atom)




